Data Jokowi Bocor, Komisi IX Minta Pemerintah Jamin Keamanan Data

Data Jokowi Bocor, Komisi IX Minta Pemerintah Jamin Keamanan Data

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah menjamin kerahasiaan data vaksinasi Covid-19 masyarakat. Hal ini setelah data vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) beredar luas di media sosial.

“Pemerintah harus menjaga jangan sampai ada peristiwa atau kebijakan yang bisa melemahkan antusiasme publik terhadap vaksinasi ini. Teranyar data vaksinasi Presiden Jokowi bisa bocor dan terungkap ke publik. Ini menimbulkan banyak pertanyaan soal keamanan data vaksinasi,” ujar Mufida kepada wartawan, Senin (6/9).

Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menuturkan data vaksinasi Covid-19 sangat penting bagi publik. Sehingga pemerintah perlu menjamin kerahasiaan data tersebut.

Terlebih belum lama 1,3 juta data pengguna aplikasi e-HAC Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diduga bocor dan publik bertanya tentang keamanan data mereka di aplikasi PeduliLindungi yang terkoneksi dengan proses vaksinasi.

“Jika data vaksinasi seorang Presiden bisa bocor ke publik lalu bagaimana dengan masyarakat biasa? Saat banyak tempat mensyaratkan penunjukan bukti telah vaksin, maka keamanan data publik pasca vaksinasi menjadi hal yang wajib dilindungi,” katanya.

Selain itu, Mufida mengingatkan bagi setiap warga meskipun sudah mendapat vaksin tetap menjalankan protokol 5M secara disiplin.

“Kami titip pesan kepada para tokoh masyarakat bersama saling mengingatkan dan menjaga. Yang belum vaksin diberikan edukasi dan pelayanan agar bisa vaksin dan yang sudah vaksin terus bisa disiplin menjaga protokol 5M,” pungkasnya.

Untuk diketahui, seorang warganet mengunggah foto yang menunjukkan surat keterangan vaksinasi Covid-19 Presiden Jokowi.

Dari unggahannya tersebut, terpampang jelas identitas lengkap Presiden Jokowi mulai dari nama, tanggal lahir hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK). Selain itu, terdapat pula keterangan bahwa Presiden Jokowi sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021.

 

Image