Polres Gresik Grebek Rumah Dukun Palsu

Polres Gresik Grebek Rumah Dukun Palsu

(Selasa,10-01-2023) Aksi dukun gadungan yang melakukan penipuan bermodus penggandaan uang di Gresik terbongkar. Sat Reskrim Polres Gresik sekitar pukul 21.30 wib melakukan penggerebekan lokasi praktik perdukunan palsu itu belokasi di Perumahan Grand Verona Regency Blok F7, Gresik. Saat penggerebekan malam itu petugas mengamankan pelaku dukun pengganda uang berinisial MY (43). Pria asal Menganti Gresik ini diduga sudah melakukan praktik perdukunan selama lebih dari 1 tahun menurut sopir pribadinya saat malam itu berada di TKP. Saat sopir pelaku yang tidak mau disebut namanya sempat kami mintai keterangan dihadapan banyak petugas polres Gresik. "Dari pemeriksaan awal, pelaku mengakui sudah menjalankan penipuan dengan modus gandakan uang selama lebih dari satu tahun," kata Kanit Tipidek Sat Reskrim Polres Gresik Ipda Luthfi Hadi kepada metroindonesianews. Hadi menjelaskan kasus itu terbongkar setelah polisi menerima laporan dari salah satu pengikut MY yang sudah mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Dari laporan itu polisi melakukan penyelidikan hingga menggerebek rumah kontrakan MY di Perum Grand Verona Regency. "Salah satu pengikut pelaku ini baru sadar jika menjadi korban penipuan. Korban sudah memberikan uang kepada pelaku sebesar Rp 565 Juta," jelas Hadi. Hadi menambahkan bahwa uang itu diserahkan oleh korban kepada NY sebanyak dua kali. Pada bulan Juli lalu, Korban memberikan uang sebesar Rp 65 Juta. Sisanya Rp 500 juta diberikan pada bulan Agustus 2022 lalu. "Korban ini dijanjikan pelaku uangnya akan digandakan menjadi Rp 3,9 miliar," imbuhnya. Sementara itu salah satu warga bernama Edo Prasetya yang juga selaku tetangga pelaku sekaligus sebagai ketua paguyuban perumahan sempat menyaksikan penggerbekan mengatakan jika selama ini warga mengira MY membuka pengobatan alternatif. "Dulu pertama tinggal disini ngakunya tukang pijat. Terus lama-lama katanya pengobatan alternatif," kata Edo. Edo menambahkan, selama ini memang banyak orang bertamu ke rumahnya. Bahkan, kadang-kadang warga harus menegur karena banyak mobil milik tamunya yang parkir dan mengganggu warga sekitar. "Sampai sering diingatkan warga kalau bertamu itu ada aturannya. Saat ditegur warga baru orang-orang itu meninggalkan rumah. Biasanya tamu datang berkunjung pada malam hari menjelang subuh," tutur Edo.( Sumber: mriz)

Image