Rancabali, MINews— Proyek rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) bertingkat di SMP Negeri 1 Rancabali, Kabupaten Bandung, yang dimulai sejak Agustus lalu, hingga kini tak kunjung rampung. Keterlambatan ini menimbulkan keresahan di kalangan guru, siswa, dan masyarakat sekitar, apalagi muncul dugaan serius adanya pengurangan volume pada bagian tiang-tiang pengecoran.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak bagian bangunan yang belum terselesaikan sesuai jadwal kontrak. Sejumlah tiang terlihat tidak seragam dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan dan komitmen pihak pelaksana proyek.
“Kalau memang ada pengurangan volume, itu sama saja merugikan negara dan mengancam keselamatan pengguna bangunan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Keterlambatan pekerjaan dan dugaan pengurangan material menjadi sinyal lemahnya pengawasan dari pihak kontraktor maupun konsultan. Dinas terkait diharapkan segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh agar tidak terjadi penyimpangan lebih lanjut.
Proyek pendidikan yang seharusnya menjadi sarana peningkatan mutu belajar justru dikhawatirkan berubah menjadi ladang keuntungan oknum tidak bertanggung jawab. Jika benar terbukti ada manipulasi volume pekerjaan, pihak penegak hukum diminta tidak ragu memberikan sanksi tegas agar menjadi efek jera bagi para pelaksana proyek lain di wilayah Kabupaten Bandung.
kepala sekolah, atau warga agar lebih mengontrol proyek RKB SMP N1 Ranca Bali turut serta mengawasi proyek tersebut
Ridwan






Komentar