
BANDAR LAMPUNG,Metro Indonesia News — Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan hujan abu masif melanda 7 wilayah di Provinsi Lampung sejak Sabtu sore, 05/09/2026. Di Kota Bandar Lampung, kondisi darurat ini direspons cepat oleh Dinas Pemadam Kebakaran. Sebanyak 11 armada damkar dengan 40 personel diturunkan ke jalan untuk membersihkan abu vulkanik.
Pembersihan jalan dan penyemprotan air oleh armada Damkar Kota Bandar Lampung untuk mengurangi dampak abu vulkanik. armada dan 40 personel Damkar Kota Bandar Lampung dipimpin Kepala Damkar Antoni Irawan. Aksi pembersihan dilakukan di sejumlah titik jalan di Kota Bandar Lampung. Dimulai sejak Sabtu sore, 05 September 2026 setelah erupsi terjadi. Hujan abu membuat jarak pandang menurun dan kualitas udara membahayakan pernapasan warga. Petugas menyemprot jalan dengan air bertekanan tinggi agar abu tidak beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Kepala Damkar Kota Bandar Lampung juga mengeluarkan imbauan keselamatan. Warga diminta menggunakan masker N95 atau masker medis saat beraktivitas di luar rumah. Penggunaan softlens dilarang karena partikel abu bersifat tajam seperti kaca dan berisiko menggores kornea. Warga disarankan memakai kacamata biasa.Untuk pengendara motor diimbau memakai helm full face. Sementara pengendara mobil diminta menutup rapat jendela dan mengatur AC ke mode sirkulasi dalam agar udara beracun tidak masuk ke kabin.
Hingga saat ini 7 kabupaten/kota di Lampung terdampak secara masif, termasuk Bandar Lampung. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau informasi resmi dari pihak berwenang. “Kondisi saat ini butuh kewaspadaan kita bersama,” tegas pihak Damkar.( Sangun Ependi.& Mulyadi.)


Komentar