oleh

Baku Tembak di Lampung Utara, DPO Narkoba Tewas, 3 Polisi Luka.

-Uncategorized-21 Dilihat

LAMPUNG UTARA, Metro Indonesia-News— Seorang pria berinisial PHP (30) yang berstatus Daftar Pencarian Orang kasus narkoba tewas dalam baku tembak dengan polisi di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, Lampung Utara, Selasa (25/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB.Dalam insiden itu, tiga anggota polisi juga mengalami luka tembak dan luka gores.

Berawal dari Informasi WargaKabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur,” kata Yuni kepada wartawan

.Menurut laporan kepolisian, petugas awalnya mendapat informasi dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan senjata api. Saat melakukan penyisiran di kawasan Muara Jaya, polisi menemukan kegiatan hiburan musik. Saat hendak diamankan, PHP disebut melawan dan melepaskan tembakan ke arah petugas. Baku tembak pun tak terhindarkan.Korban dan Barang BuktiAkibat baku tembak, PHP mengalami luka dan meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke RS Maria Regina Kotabumi. Keluarga disebut menolak dilakukan autopsi.

Tiga anggota polisi yang terluka langsung dilarikan ke RS Handayani Kotabumi. Salah satunya, anggota berinisial BA, mengalami luka tembak di bagian perut dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Dua personel lainnya yakni AA mengalami luka tembak di kaki kanan, dan AAC mengalami luka gores di pelipis.Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti: -1 pucuk senjata api jenis revolver rakitan warna chrome gagang cokelat-2 butir amunisi* kaliber 9 mm -3 selongsong peluru*Diduga Jaringan Senjata IlegalPolisi menyebut PHP merupakan DPO Satresnarkoba Polres Lampung Utara.

Ia juga diduga terkait dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di Lampung Utara.”Pengembangan masih dilakukan. Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” ujar Yuni.Kini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh Polda Lampung.( S,Ependi.& Mulyadi.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *