oleh

DIDUGA JADI LANGGANAN KEBAKARAN, LAHAN KARET PTPN VII REGIONAL 1 TULUNG BUYUT SERING TERBAKAR, WARGA RESAH.

-Uncategorized-24 Dilihat

WAY KANAN Metro Indonesia News. Lahan perkebunan karet milik PTPN VII Unit Regional 1, Tulung Buyut, Kabupaten Way Kanan, diduga menjadi titik rawan kebakaran lahan (Karhutlah) yang terjadi hampir setiap hari.

Informasi tersebut disampaikan oleh warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Rabu (08/10/2026). Menurut warga, kebakaran lahan perkebunan karet tersebut sudah sering terjadi dan sangat meresahkan.

“Di lahan perkebunan karet PTPN 7 Regional 1 Tulung Buyut sering terjadinya kebakaran di perkebunan karet,” ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.Warga menyebut, titik rawan kebakaran berada di Afdeling 2, Afdeling 4, dan Afdeling 6. Namun yang paling sering terjadi berada di sekitar Afdeling 2 yang berdekatan langsung dengan pemukiman warga.

“Bisa dibilang hampir tiap hari ujar warga, terutama dekat Afdeling 2 dekat pemukiman warga sekitar. Sering terjadinya kebakaran pukul 12.00 ke atas,” kata warga tersebut.Warga mengaku khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan warga lanjut usia (lansia) yang bermukim tidak jauh dari lokasi.

“Kekhawatiran warga setempat jika hal ini sering terjadi dapat mengganggu kesehatan bagi anak-anak dan lansia,” tambahnya.*Upaya Konfirmasi*Untuk menjaga keberimbangan berita, wartawan Metro Indonesia News mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan.

Saat ditemui di pos penjagaan, petugas Satpam dengan inisial IL dan PO menyampaikan bahwa Sinder Umum (Sindum) Ibu Hainum sedang tidak berada di tempat.

“Saat wartawan menemui satpam untuk konfirmasi dengan petugas satpam berinisial IL dan inisial PO, maksudnya untuk konfirmasi kepada Sindum (Sinder Umum) Ibu Hainum, namun ujar sedang tidak ada di tempat karena sedang sibuk panggil sana-sini karena perusahaan sedang tidak memenuhi target yang perharinya hanya 2 ton sedangkan targetnya minimal 4 ton,” jelas satpam tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN VII Unit Tegino 1 Tulung Buyut belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab seringnya terjadi kebakaran di areal Afdeling 2, 4, dan 6 tersebut.

Namun pihak satpam pun membenarkan atas kejadian tersebut, saat dikonpirmasi,Pihak redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada manajemen PTPN VII dan instansi terkait, termasuk BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup, terkait langkah pencegahan kebakaran lahan perkebunan (Karhutla) agar tidak berdampak pada kesehatan warga sekitar.( Sangun Ependi ,Kabiro.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *