oleh

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek RKB Bertingkat SMAN 1 Banjaran Rp774 Juta Jadi Sorotan: Pakai Besi 12 Banci.

-Uncategorized-73 Dilihat

KAB. BANDUNG – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan berupa Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) bertingkat di SMAN 1 Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan publik. Proyek dengan nilai anggaran Rp774.985.000 yang bersumber dari APBN tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.Proyek tersebut meliputi 1 unit Ruang Kelas Baru bertingkat dan 2 unit rehab laboratorium. Namun, di lapangan ditemukan dugaan pengurangan volume dan penggunaan material yang tidak sesuai standar.

Berdasarkan hasil monitoring dan investigasi Tim Metro Indonesia News di lokasi pada 23 Juli 2026, ditemukan penggunaan besi beton ukuran 12 mm banci untuk struktur penahan dinding bangunan bertingkat.Salah seorang pekerja bangunan inisial A membenarkan hal tersebut.

Material besi untuk penahan tembok ukuran O12 banci,” ujarnya kepada tim media di lokasi.Padahal, secara teknis konstruksi, bangunan bertingkat untuk sekolah seharusnya menggunakan besi ulir minimal ukuran D16. Besi ukuran O12 biasanya hanya diperuntukkan untuk pagar, tangga, atau struktur non-utama. Penggunaan besi D16 ulir diwajibkan karena harus menahan beban berat agar bangunan kokoh, aman, dan tahan gempa.Penggunaan besi yang tidak sesuai spek ini dinilai membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pengajar.

Bangunan dikhawatirkan rawan mengalami getaran, goyang, hingga berisiko roboh apabila terjadi gempa bumi, sehingga mengurangi kenyamanan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).Padahal, dalam juknis Program Revitalisasi, pemerintah mengarahkan sistem swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) agar pembangunan efisien dan berkualitas sesuai perencanaan.”Kami menduga anggaran yang diterima SMAN 1 Banjaran tidak disalurkan dengan baik sesuai perencanaan,” ungkap Tim Investigasi.

Dari dokumentasi foto di lapangan, terlihat jelas besi O12 yang terpasang dalam kondisi melengkung, yang mengindikasikan besi tersebut tidak layak untuk menahan beban gedung bertingkat.Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMAN 1 Banjaran selaku penerima bantuan dan Ketua P2SP pembangunan belum dapat dikonfirmasi. Terdapat kesan ketertutupan terhadap publik.

Atas temuan ini, Metro Indonesia News meminta perhatian serius dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk segera melakukan peninjauan dan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan RKB di SMAN 1 Banjaran.(Tim Redaksi )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *