
Lampura Metro Indonesia News – Duka menyelimuti warga Lampung Utara. Dua orang pelajar tewas dan satu lainnya luka-luka setelah mobil yang mereka tumpangi tertabrak Kereta Api Babaranjang di perlintasan sebidang Desa Negeri Ratu, Kilometer 126, Kecamatan Sungkai Utara, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan petugas Satlantas Polres Lampung Utara langsung ke lokasi untuk olah TKP, mengevakuasi korban, dan menyelidiki penyebab kecelakaan.”Benar telah terjadi kecelakaan antara mobil Daihatsu Ayla dengan KA Babaranjang. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” ujar Yuni saat dikonfirmasi.Berdasarkan data kepolisian, mobil Daihatsu Ayla bernopol B 1310 BID melaju dari arah Negeri Ratu menuju Tulung Buyut. Saat melintas di perlintasan, pengemudi diduga tetap memaksa jalan meski sudah ada peringatan dari petugas penjaga.
Nahas, dari arah Palembang menuju Tanjungkarang melintas KA Babaranjang dan langsung menghantam bagian mobil hingga ringsek.”Kereta sudah membunyikan klakson dan petugas juga memberi peringatan. Namun mobil tetap melintas,” jelas Yuni. Korban Meninggal, Pengemudi LukaAkibat benturan keras itu, dua penumpang mobil yang berstatus pelajar meninggal dunia di tempat.
Korban masing-masing berinisial SK, 18 tahun dan AF, 14 tahun.Sementara pengemudi berinisial RF, 16 tahun, mengalami luka robek di kepala serta luka lecet di pelipis kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis.Dari pihak kereta api tidak ada korban. Masinis KA Babaranjang diketahui bernama Rahmat Diansyah dengan asisten masinis Fikri Alfitra.
Menyikapi kejadian ini, Polda Lampung mengimbau masyarakat agar lebih disiplin saat melintas di perlintasan kereta api, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.”Berhenti sejenak, tengok kanan kiri, dan dahulukan kereta. Jangan memaksakan diri melintas saat ada peringatan. Ini demi keselamatan bersama,” tegas Yuni.*(Jurnalis: S. Ependi & Mulyadi)

Komentar