oleh

Narkoba Diduga Kembali Makan Korban, PGK dan Bara JP: Jangan Tunggu Nyawa Melayang Baru Bertindak.

-Uncategorized-232 Dilihat

WAY KANAN –Metro Indonesia News Munculnya kembali korban yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba usai menghadiri hiburan organ tunggal malam hari memicu kritik keras dari sejumlah elemen masyarakat. Mereka menilai langkah antisipasi yang dilakukan aparat penegak hukum terkesan terlambat, sehingga peristiwa serupa terus berulang hingga memakan korban jiwa.

Sorotan tersebut mencuat setelah beredarnya informasi mengenai dugaan dua orang mengalami overdosis dan satu orang meninggal dunia usai menghadiri acara organ tunggal di Kampung Tanjung Dalom, Kecamatan Bumi Agung. Sebelumnya, peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Tanjung Raja Sakti yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia.Ironisnya, pernyataan tegas terkait penertiban hiburan malam baru mencuat setelah rentetan peristiwa tersebut menjadi perhatian publik.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas langkah pencegahan dan pengawasan yang selama ini dilakukan.Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Way Kanan, Yogi Wahyudi, S.H., menilai kejadian yang berulang seharusnya menjadi bukti bahwa upaya pencegahan yang dilakukan selama ini belum berjalan maksimal.

“Yang menjadi pertanyaan masyarakat hari ini sederhana. Jika pengawasan dan penertiban memang sudah rutin dilakukan, mengapa kejadian serupa masih terus berulang hingga memakan korban? Jangan sampai tindakan yang dilakukan selalu datang setelah muncul korban, bukan sebelum korban terjadi,” tegas Yogi.Menurutnya, fungsi utama aparat bukan hanya melakukan penindakan setelah persoalan membesar, tetapi juga memastikan potensi ancaman dapat dicegah sejak dini.

“Kita tidak sedang berbicara tentang pelanggaran administrasi biasa. Yang menjadi perhatian adalah adanya dugaan penyalahgunaan narkoba yang telah dikaitkan dengan lebih dari satu peristiwa dan bahkan menimbulkan korban jiwa. Seharusnya langkah antisipasi dilakukan jauh sebelum situasi seperti ini terjadi,” ujarnya.Senada dengan itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Kabupaten Way Kanan, Rahmat Iparia, menilai masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan yang selama ini berjalan.

“Ketika korban terus muncul, tentu publik akan bertanya apakah sistem pengawasan yang ada sudah benar-benar efektif atau belum. Jangan sampai setiap kali ada korban, baru muncul langkah-langkah yang seharusnya bisa dilakukan sejak awal,” kata Rahmat.Menurutnya, fokus utama yang harus dilakukan bukan sekadar membatasi jam hiburan malam, melainkan memastikan dugaan peredaran dan penyalahgunaan narkoba dapat dicegah dan ditindak secara serius.

“Yang ditunggu masyarakat adalah langkah konkret agar korban berikutnya tidak muncul lagi. Karena yang hilang bukan sekadar angka statistik, tetapi nyawa manusia,” tegasnya.Baik PGK maupun Bara JP menilai bahwa rentetan kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak.

Mereka meminta aparat penegak hukum tidak hanya hadir ketika persoalan telah menimbulkan korban, tetapi mampu membangun sistem pengawasan dan pencegahan yang efektif sehingga kejadian serupa tidak terus berulang di Kabupaten Way Kanan.”Kita tidak ingin setiap kali ada korban baru muncul reaksi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah langkah pencegahan yang nyata. Karena ketika nyawa sudah melayang, semua tindakan yang datang setelahnya akan selalu terlambat bagi korban,” pungkas ,( Mul,S Ependi.)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *