oleh

PATS Samosir Diresmikan, Energi Surya Dukung Pertanian Rendah Karbon dan Ketahanan Pangan.

-Uncategorized-21 Dilihat

Samosir, Sumatera Pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan pangan mulai diwujudkan secara nyata di Kabupaten Samosir.

Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, resmi diresmikan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, didampingi Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, Jumat ( 4/10/2026 ).

Turut hadir Deputy Development Director, UKFCDO di Jakarta Freddie Brunt, Direktur Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi, Direktur Kelautan dan Perikanan, Kementerian PPN/Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda, Direktur Pangan dan Pertanian, Kementerian PPN/Bappenas Jarot Indarto, Mewakili Gubernur Sumatra Utara, Kepala Bapperida Dikky Anugerah, Team Leader LCDI – OPML Arnold Sitompul, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri dan Forkopimda Samosir.

Pembangunan PATS tersebut merupakan implementasi inovasi dan teknologi rendah karbon untuk mendukung pertanian berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi ketergantungan terhadap musim dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Melalui pemanfaatan energi matahari, air Danau Toba dipompa menuju jaringan distribusi untuk mengairi lahan sawah masyarakat.

PATS berkapasitas 69,3 kilowatt tersebut, pada kondisi penyinaran matahari yang optimal, mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari. Fasilitas ini dirancang melayani sekitar 82 hektare sawah tadah hujan yang memberi manfaat kepada 749 petani yang sebelumnya sebagian besar hanya dapat melakukan penanaman satu kali dalam setahun.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan meningkat dan produksi padi diproyeksikan naik dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pemanfaatan energi surya juga memberikan dampak terhadap pengurangan emisi karbon.

Berdasarkan kalkulasi teknis, PATS diproyeksikan menurunkan emisi sekitar 10,18 ton karbon per tahun melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya operasional petani.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo, mengatakan peresmian PATS menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung bagaimana perencanaan pembangunan nasional diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah.

Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian, ujarnya.

Pembangunan PATS juga merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris dalam mendorong pembangunan rendah karbon.Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas komitmen kerja sama yang telah membantu mengawal agenda pembangunan rendah karbon dari tahap perencanaan hingga implementasi.

Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Bupati Samosir, pemerintah desa, pengurus P3A-PATS Mual Hangoluan serta seluruh petani yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan fasilitas infrastruktur hijau tersebut.Ia menegaskan, pembangunan PATS di Samosir mendukung arah pembangunan daerah yang unggul, inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Ketersediaan air berbasis energi terbarukan, kata dia, memperlihatkan keterkaitan erat antara ketahanan pangan, ketahanan energi dan kelestarian lingkungan.Keberhasilan proyek ini kata Teguh melengkapi berbagai pencapaian makro dari Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko di Indonesia. Ia Mengapresiasi trend pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran. Kita menyaksikan Samosir mencatatkan trend pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5% Marlen. S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *