oleh

Pembangunan 2 RKB TK PAUD Soreang Diduga Sarat Kejanggalan: Sumber Dana Tak Jelas, Masa Kerja Abu”, dan Fondasi Tanpa Cakar Ayam

-Uncategorized-413 Dilihat

Metro Indonesia News.comSoreang — Pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) TK PAUD di wilayah Soreang menuai sorotan tajam dari warga dan aktivis pemerhati anggaran. Proyek yang telah memasang papan informasi tersebut justru menyisakan banyak tanda tanya, mulai dari asal-usul sumber dana yang tidak dicantumkan secara jelas, masa kerja yang kabur, hingga dugaan paling fatal: bangunan didirikan tanpa fondasi cakar ayam meski berdiri di atas lahan bekas sawah yang rawan ambles.

Sumber Dana Tidak Dicantumkan JelasPantauan di lapangan menunjukkan papan proyek yang terpasang hanya memuat judul kegiatan serta nominal anggaran, namun tidak mencantumkan sumber pendanaan secara eksplisit, apakah berasal dari APBD, DAK fisik, atau bantuan pemerintah lainnya. Padahal, aturan keterbukaan informasi publik serta petunjuk teknis penggunaan dana pemerintah mewajibkan transparansi penuh dalam setiap proyek fisik.

Ketidakjelasan ini memicu kecurigaan berbagai pihak, terlebih karena proyek pendidikan biasanya berada dalam pengawasan ketat. “Publik punya hak tahu. Ketika sumber dananya tidak tertulis, itu sudah janggal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masa Kerja Proyek Diduga Tidak Transparan. Selain persoalan sumber dana, papan proyek juga diduga memuat informasi masa kerja yang tidak jelas, baik tanggal mulai maupun berakhirnya pekerjaan. Hal ini berpotensi membuka ruang manipulasi waktu pengerjaan dan menyulitkan pengawasan publik.

Ketiadaan tanggal jelas pada proyek pemerintah bukan hanya pelanggaran administratif, namun berpotensi menutupi penyimpangan, termasuk keterlambatan pengerjaan atau pengurangan kualitas material demi mengejar waktu.

Dibangun di Lahan Sawah Tanpa Fondasi Cakar AyamMasalah paling krusial muncul dari struktur bangunan itu sendiri. Berdasarkan temuan lapangan, pembangunan dua RKB tersebut tidak menggunakan fondasi cakar ayam. Padahal, lokasi pembangunan berada di atas lahan sawah yang memiliki karakteristik tanah lunak dan mudah bergerak.

Praktisi konstruksi menilai langkah ini sangat berisiko. “Bangunan pendidikan, apalagi untuk anak-anak, harus mengutamakan keselamatan. Tanah eks-sawah wajib fondasi cakar ayam atau sistem fondasi yang setara. Kalau tidak, bangunan bisa retak, miring, bahkan amblas dalam hitungan tahun,” ujar seorang ahli struktur bangunan saat dikonfirmasi.

Jika benar fondasi minimal tidak diterapkan, proyek ini berpotensi tidak memenuhi standar SNI konstruksi bangunan gedung, sekaligus membuka dugaan pengurangan kualitas material (mark-up dan mark-down) yang kerap terjadi dalam proyek fisik bernilai besar.Warga Minta Audit Investigatif dan Tindakan TegasSejumlah warga telah menyuarakan kekhawatiran mereka, mengingat bangunan tersebut akan digunakan oleh anak-anak usia dini. Mereka mendesak inspektorat daerah, Dinas Pendidikan, serta aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.

“Kami tidak ingin bangunan ini menjadi bom waktu. Jangan sampai ada bencana baru diperbaiki. Transparansi dan kualitas adalah hal mendasar,” tegas warga lainnya. Potensi Pelanggaran RegulasiJika temuan-temuan ini terbukti, maka proyek pembangunan 2 RKB TK PAUD Soreang berpotensi menyalahi berbagai aturan, di antaranya:Permen PUPR tentang standar pembangunan gedung sekolah,Aturan keterbukaan informasi proyek pemerintah,Kode etik pengadaan barang dan jasa, Standar keamanan konstruksi untuk bangunan pendidikan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek, Dinas Pendidikan, maupun pemerintah setempat terkait kejanggalan-kejanggalan ini. Publik kini menunggu kejelasan dan tindakan tegas agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga aman, transparan, dan bebas dari dugaan praktik korupsi. -Ridwan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *