oleh

Polri Kerahkan Ratusan Personel ke Maluku Utara dan Papua Tengah Buntut Konflik Memanas.

-Uncategorized-107 Dilihat

MINews.

Pengecekan kesiapan pasukan dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Sabtu, 4 April 2026 siang.”Polri mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin, 6 April 2026.Trunoyudo merincikan personel yang dikerahkan terdiri dari 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, tim Itwasum sebanyak delapan personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, serta tim BIK 10 personel untuk Papua Tengah.Selanjutnya, sebanyak 26 personel Divisi Propam yang dibagi ke dua wilayah tersebut serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel yang seluruhnya dikirim untuk Papua Tengah.Penambahan personel di Halmahera Tengah, Maluku Utara dilakukan karena konflik masyarakat yang dipicu oleh kasus pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.“Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, serta satu unit tempat ibadah,” ujarnya.Sementara untuk penebalan personel ke Dogiyai, Papua Tengah dilakukan buntut dari adanya aksi penganiayaan berat terhadap personel Polri, Bripda Juventus Edowai, yang dilakukan oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.”Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” tuturnya.Trunoyudo mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.Ia mengatakan saat ini Polri tengah mengusut kasus pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerangan terhadap personel di Dogiyai, serta memastikan situasi keamanan di kedua wilayah tetap terkendali.“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *