oleh

Proyek Revitalisasi Rp1.372.659.000 SMAN 2 Kampung Air Ringkih Rebang Tangkas Way Kanan Disorot, Kepsek dan Pengawas Komite Sulit Ditemui.

-Uncategorized-34 Dilihat

WAY KANAN, METRO INDONESIA NEWS – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di *SMAN 2 Kampung Air Ringkih, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan, Lampung, menjadi sorotan publik.

Berdasarkan papan informasi proyek, sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Sri, S.Pd tersebut menerima Bantuan Pemerintah sebesar *Rp1.372.659.000,-* yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Bantuan tersebut diperuntukkan untuk 6 (enam) paket pekerjaan, meliputi rehabilitasi 5 ruang kelas, pembangunan laboratorium komputer, pembangunan ruang Bimbingan Konseling (BK), pembangunan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), pembangunan toilet, serta penataan selasar penghubung.

Kegiatan dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMAN 2 Kampung Air Ringkih dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, terhitung 1 Juli hingga 31 Oktober 2026.Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, terdapat beberapa catatan penting.

KEPSEK DAN PENGAWAS KOMITE SULIT DITEMUISaat awak media Metro Indonesia News beberapa kali berupaya melakukan konfirmasi langsung di sekolah, Kepala Sekolah Sri, S.Pd tidak pernah berada di tempat. Bahkan, pihak pengawas selaku komite pun sulit ditemui dan tidak pernah ada di lokasi sekolah saat jam kerja proyek berlangsung.>

“Beberapa kali media Metro Indonesia News untuk menemui Kepsek di sekolah namun tidak pernah ada di tempat. Pihak pengawas selaku komite pun sulit, tidak pernah ada di lokasi sekolah,” ujar salah satu kepala tukang yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi proyek SMAN 2 Kampung Air Ringkih, Rabu (1/10/2026).SISTEM UPAH HARIAN TAPI PEKERJA DARI LUAR DAERAHCatatan lainnya terkait sistem ketenagakerjaan.

Menurut keterangan di lapangan, sistem pengupahan pekerja dilakukan secara harian, namun tenaga kerja didatangkan dari luar daerah, yakni dari Bandar Lampung.> “Menurut tukang, gaji diberikan harian ujarnya, namun diduga tidak masuk akal karena tukang diambil dari luar daerah.

Terkesan tidak transparan adanya pekerja yang begitu jauh mau dihitung harian,” ungkapnya.Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan, efisiensi anggaran, dan prinsip pemberdayaan masyarakat lokal Kampung Air Ringkih.

Program Revitalisasi melalui skema swakelola P2SP sejatinya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekolah dan memastikan pengawasan melekat dari pihak sekolah dan komite.

Jika penanggung jawab sekolah dan pengawas komite saja tidak pernah ada di lokasi, lalu siapa yang mengawasi kualitas pekerjaan * senilai Rp1.372.659.000* tersebutHingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 2 Kampung Air Ringkih, Sri, S.Pd dan pihak pengawas selaku komite belum dapat memberikan keterangan resmi.

Redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi sebagai wujud penerapan prinsip keberimbangan informasi dan pemenuhan hak jawab sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.( Sangun Ependi,Kabiro .)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *