oleh

Proyek Simpang Lima Way Kanan Berbahaya! Debu Tebal dan Ancam Nyawa Pengguna Jalan.

-Uncategorized-36 Dilihat

WAY KANAN LAMPUNG, METRO INDONESIA-NEWS* Rabu, 29 Juli 2026Kondisi di ruas Jalan Jendral Sudirman, kawasan Bundaran Simpang Lima Kabupaten Way Kanan saat ini sangat memprihatinkan. Proyek yang sedang berjalan tidak dilengkapi pengendalian debu dan rambu keselamatan. Akibatnya debu tebal mengepul setiap hari dan menutupi pemukiman warga serta badan jalan.

Dampaknya langsung dirasakan masyarakat sekitar. Banyak warga mengeluh sesak napas, batuk tidak sembuh-sembuh, iritasi mata, tenggorokan perih, hingga terserang ISPA. Balita dan lansia menjadi kelompok paling rentan. Debu juga membuat rumah, perabotan, dan lingkungan selalu kotor.Bagi pengguna jalan, situasinya jauh lebih berbahaya. Jarak pandang tertutup debu, permukaan jalan licin, Menurut keterangan warga, kondisi ini sudah memakan korban jiwa.

Salah satunya seorang warga bedeng Alang Alang yang masuk ke dalam lobang di lokasi proyek, hingga meninggal dunia proyek tersebut dinilai ugal ugalan karena terus hingga kini minimnya penyiraman dilokasi pekerjaan,hal tersebut,Selain mengancam nyawa, debu juga merusak kendaraan dan mengganggu kesehatan pengendara yang melintas setiap hari.

Melihat kondisi tersebut, warga menuntut Dinas PUPR/Bina Marga Kab. Way Kanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Inspektorat Daerah, DPRD Kab. Way Kanan, Pemprov Lampung, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.*Tuntutan warga:*1. *Penyiraman rutin* di lokasi proyek dan jalan untuk menekan debu2. *Pemasangan rambu peringatan dan pagar pembatas* terutama di sekitar lobang proyek3. *Pemeriksaan izin proyek*, papan nama, jadwal, dan anggaran4. *Penanganan kesehatan* bagi warga yang sakit akibat debu5. *Sanksi tegas* kepada kontraktor yang mengabaikan keselamatan dan lingkungan6. *Percepatan pekerjaan* dengan standar aman dan ramah lingkunganWarga berharap pemerintah tidak tinggal diam.

Segera lakukan verifikasi ke lapangan termasuk terkait korban meninggal, dan ambil tindakan nyata agar masyarakat bisa kembali hidup sehat, aman, dan nyaman._Editor: S. Ependi & Mulyadi_

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *