oleh

Siak – MINews – SMP Negeri 9 Kandis terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan melalui pelaksanaan Program Adiwiyata.

-Uncategorized-56 Dilihat

Berlokasi di Jalan Poros Desa Sungai Gondang, Kecamatan Kandis, sekolah yang dipimpin oleh Nurida, S.Pd. ini aktif melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menuju Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2026.

Program Adiwiyata merupakan gerakan nasional yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan melalui keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Program ini mendorong terbentuknya karakter peserta didik yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.Berbagai kegiatan nyata telah dilaksanakan oleh SMP Negeri 9 Kandis sebagai wujud implementasi budaya peduli lingkungan.

Kegiatan tersebut meliputi penanaman pohon dan tanaman produktif, pengelolaan taman sekolah, pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan resapan air, pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman, penghematan air, pengelolaan sampah, hingga aksi bersih lingkungan sekolah dan sekitarnya. Kegiatan dalam Adiwiyata Tingkat Nasional SMP Negeri 9 KandisSalah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pembuatan lubang resapan biopori dan penanaman tanaman hias di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sekaligus memperindah lingkungan sekolah. Selain itu, siswa secara rutin melakukan penyiraman dan perawatan tanaman sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Kesadaran pengelolaan sampah juga terus ditanamkan kepada peserta didik melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan memilah sampah. Siswa diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi dampak pencemaran akibat sampah plastik. Kegiatan ini sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial.Dalam mendukung prinsip daur ulang, siswa dan guru memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot tanaman yang digunakan untuk menghijaukan area sekolah. Inovasi sederhana tersebut tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga menumbuhkan kreativitas peserta didik dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang bernilai guna.

Upaya konservasi air juga menjadi bagian penting dalam program lingkungan sekolah. Melalui pemasangan stiker edukasi bertuliskan “Hemat Air, Mohon Matikan Keran”, warga sekolah diingatkan untuk menggunakan air secara bijaksana. Langkah ini sejalan dengan semangat Adiwiyata yang mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.Tidak hanya fokus pada penghijauan dan kebersihan, SMP Negeri 9 Kandis juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dalam berbagai kegiatan pembelajaran dan proyek siswa. Melalui poster edukasi, kampanye lingkungan, serta kegiatan praktik lapangan, peserta didik didorong untuk menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat sekitar menjaga kelestarian lingkungan.Kepala SMP Negeri 9 Kandis, Nurida, S.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi dari perubahan perilaku seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan.“ Kami berkomitmen membangun budaya sekolah yang peduli lingkungan melalui pembiasaan sehari-hari. Harapannya, peserta didik tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap lingkungan dan mampu menerapkannya di masyarakat.

”Melalui kerja sama antara kepala sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan masyarakat sekitar, SMP Negeri 9 Kandis optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekolah. Semangat gotong royong dan kepedulian yang telah tumbuh menjadi modal penting dalam mewujudkan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan sesuai tujuan Program Adiwiyata Nasional.Dengan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan, SMP Negeri 9 Kandis,Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan bukan sekadar program, melainkan budaya yang terus dibangun demi menciptakan generasi masa depan yang peduli terhadap kelestarian bumi.Dewa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *