oleh

Tim UK FCDO, Bapperida Sumut dan Pemkab Samosir Tinjau Implementasi Pompa Air Tenaga Surya di Kabupaten Samosir.

-Uncategorized-83 Dilihat

Samosir, Sumatera Pemerintah Kabupaten Samosir menerima kunjungan lapangan tim United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) dalam rangka monitoring pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) Program Low Carbon Development Initiative Phase 2 (LCDI-2), hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO.

Kunjungan berlangsung di Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, ( 15/07/2026 ).Kunjungan bertujuan meninjau secara langsung implementasi pembangunan PATS di Desa Sibonor Ompuratus. Selain melihat kondisi lapangan, tim UK FCDO juga berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, para pemangku kepentingan, serta masyarakat setempat untuk memperoleh masukan terkait pelaksanaan program sekaligus memastikan dukungan teknis maupun kelembagaan berjalan sesuai rencana.

Program LCDI-2 merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian melalui pemanfaatan energi terbarukan. Kehadiran PATS di Desa Sibonor Ompuratus diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi, mendukung produktivitas pertanian, serta menjadi contoh penerapan teknologi ramah lingkungan di kawasan Danau Toba.

Kepala Desa Sibonor Ompuratus, Binsar Marbun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PPN/Bappenas, Pemerintah Inggris melalui UK FCDO, serta Pemerintah Kabupaten Samosir atas terwujudnya pembangunan PATS di desanya.Kami sangat mengapresiasi bantuan ini. Berkat dukungan Kementerian Bappenas, Kedutaan Besar Inggris, dan Pemkab Samosir, pembangunan PATS dapat terlaksana dengan baik. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan dapat menanam padi minimal dua kali dalam setahun meskipun pada musim kemarau, ujar Binsar.

Ia juga menjelaskan bahwa pada tanggal 21 Juli 2026, masyarakat akan membentuk kelembagaan pengelola PATS yang melibatkan petani. Melalui kelembagaan tersebut akan diterapkan iuran swadaya guna mendukung operasional, pemeliharaan, dan keberlanjutan pemanfaatan PATS.Sementara itu, Head of Climate Policy and Finance UK FCDO, Judith A’Bear, mengaku senang melihat langsung hasil pembangunan yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kami datang untuk melihat dampak Program LCDI-2 terhadap upaya menghadapi perubahan iklim sekaligus mendukung stabilitas ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. Kami melakukan kajian tahunan untuk mengetahui apa yang telah berjalan dengan baik dan apa yang masih dapat ditingkatkan. Kami sangat senang melihat manfaat pompa air tenaga surya ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat, ungkap Judith.

Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengungkapkan bahwa keberadaan PATS telah membawa perubahan besar bagi para petani.Sebelumnya kami selalu mengalami kesulitan air, terutama saat musim kemarau pada bulan Juni hingga Agustus. Sekarang kebutuhan air untuk pertanian maupun kebutuhan sehari-hari sudah terpenuhi. Kami optimistis dapat menanam padi dua kali dalam setahun dan siap bersama-sama merawat PATS agar tetap berfungsi dengan baik, ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.Menurut Rajoki, Pemerintah Kabupaten Samosir telah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan PATS selama satu tahun, termasuk menyiapkan honor operator sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.

Samosir merupakan salah satu lokus pembangunan nasional yang diarahkan pada pembangunan rendah karbon. Program ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Ke depan, pemerintah daerah akan terus memperluas akses layanan air, memperbaiki saluran irigasi, serta melakukan pendampingan teknis bersama perangkat daerah terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian . Marlen. S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *