oleh

Bupati Vandiko Bersama Uskup Agung Medan Teken Prasasti Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta.

-Uncategorized-42 Dilihat

Samosir Sumatera Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung meresmikan Gereja dan Aula Katolik Santo Paulus Saitnihuta, Kecamatan Pangururan, ( 21/09/2026 ).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung.Peresmian turut dihadiri Uskup Tanjung Karang Vinsensius Setiawan Triatmojo, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Anggota DPR RI Rapidin Simbolon, Kapolres Samosir Rina S.N. Tarigan, Pabung 0210 TU T. Siringo-ringo, Kalapas Pangururan Binsar Sitanggang, Anggota DPRD Samosir Parluhutan Samosir dan Renaldi Naibaho, Pastor Elio Sihombing, para donatur, pimpinan OPD Pemkab Samosir serta undangan lainnya.

Rangkaian peresmian diawali dengan pawai arak-arakan dari kawasan Bundaran Jembatan Tano Ponggol menuju lokasi gereja. Suasana penuh sukacita tampak ketika ratusan umat mengikuti pawai dengan semangat. Bupati Vandiko T. Gultom dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama sejumlah pimpinan OPD turut berjalan bersama umat dalam rangkaian tersebut.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir dalam pawai dan peresmian tersebut menjadi bentuk kebersamaan pemerintah bersama masyarakat dalam kehidupan keagamaan. Pawai yang melintasi kawasan Tano Ponggol juga menghadirkan suasana kebersamaan di salah satu kawasan ikon wisata Kabupaten Samosir.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut pembangunan manusia secara utuh, termasuk pembangunan iman dan kehidupan keagamaan masyarakat.Pemerintah tidak hanya hadir dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam pembangunan kehidupan masyarakat, termasuk kehidupan keagamaan. Karena pembangunan daerah pada akhirnya adalah pembangunan manusia secara utuh, ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, keberadaan rumah ibadah memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan iman, kasih dan persaudaraan. Karena itu, ia berharap Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.

Semoga gereja ini menjadi tempat umat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus menjadi tempat tumbuhnya kasih, persaudaraan dan kepedulian kepada sesama. Dengan iman yang kuat, kita berharap masyarakat semakin rukun dan bersama-sama membangun Kabupaten Samosir, katanya.

Bupati Vandiko juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta. Menurutnya, selesainya pembangunan gereja tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong, pengorbanan dan kebersamaan umat.Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong dan memberikan dukungan sehingga gereja ini dapat berdiri dan diresmikan.

Semoga apa yang telah dibangun ini menjadi berkat bagi umat dan semakin memperkuat kebersamaan masyarakat di Kabupaten Samosir, ujar Vandiko.Sementara itu, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyampaikan ucapan selamat atas pemberkatan dan peresmian Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta.

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam proses pembangunan gereja hingga akhirnya dapat digunakan sebagai tempat peribadatan umat.Selamat atas pemberkatan dan peresmian Gereja Katolik Santo Paulus Saitnihuta. Kita patut bersyukur karena melalui kerja keras, pengorbanan dan kebersamaan banyak pihak, gereja ini akhirnya dapat berdiri dan diresmikan.

Semoga menjadi kebanggaan bagi umat dan masyarakat Saitnihuta, ujar Ariston.Menurut Ariston, kehadiran Uskup Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung dan Uskup Tanjung Karang Vinsensius Setiawan Triatmojo dalam momentum tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus berkat bagi umat dan masyarakat Kabupaten Samosir.Ia berharap keberadaan Gereja Katolik Santo Paulus S. Marlen.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *