oleh

Empat Tahun Menjabat, Pengelolaan Dana BOS SMAN 1 Batujajar Disorot, Sarana Prasarana Dinilai MemprihatinkanBandung Barat,

-Uncategorized-65 Dilihat

METRO INDONESIA NEWS– Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 1 Batujajar menjadi sorotan publik menyusul kondisi sarana dan prasarana sekolah yang dinilai masih jauh dari harapan. Selama lebih dari empat tahun kepemimpinan mantan Kepala SMAN 1 Batujajar, Syaepuddin, anggaran pemeliharaan yang bersumber dari Dana BOS disebut mencapai nilai yang cukup besar, namun sejumlah fasilitas sekolah masih tampak mengalami kerusakan.

Berdasarkan hasil pantauan di lingkungan sekolah, ditemukan beberapa bagian plafon dalam kondisi jebol, cat dinding yang memudar dan kusam, lantai keramik pecah di sejumlah titik, serta paving block di area parkir yang tidak rata dan kurang terawat.Sejumlah ruang kelas juga terlihat belum memperoleh perawatan optimal sehingga memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemanfaatan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana.Berdasarkan data anggaran, pada Tahun Anggaran 2025 SMAN 1 Batujajar mengalokasikan sekitar Rp830 jutauntuk komponen pemeliharaan sarana dan prasarana yang bersumber dari Dana BOS.

Apabila besaran anggaran tersebut relatif sama dalam beberapa tahun terakhir, maka selama lebih dari empat tahun kepemimpinan sebelumnya, total anggaran pemeliharaan diperkirakan telah melampaui Rp3 miliar.Besarnya alokasi tersebut dinilai seharusnya mampu menjaga kualitas bangunan sekolah agar tetap layak, aman, dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar.

Namun, kondisi fisik sekolah yang masih ditemukan di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pelaksanaan program pemeliharaan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dan peruntukan anggaran.Publik pun berharap adanya keterbukaan informasi dari pihak sekolah terkait rincian penggunaan Dana BOS, khususnya pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana.

Transparansi dinilai penting untuk memastikan setiap penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.Saat dikonfirmasi, Humas SMAN 1 Batujajar, Darman, mengaku belum dapat memberikan penjelasan secara rinci mengenai pengelolaan Dana BOS karena dirinya baru menjabat sebagai humas.

“Saya kurang paham untuk hal ini. Saya baru tiga bulan ditugaskan menjadi Humas di sekolah ini,” ujarnya.Sementara itu, Kepala SMAN 1 Batujajar yang baru, H. Husni Mubarok, belum dapat memberikan keterangan saat ditemui karena sedang memiliki agenda sehingga belum bisa menerima konfirmasi.Di sisi lain, pergantian kepemimpinan di SMAN 1 Batujajar juga memunculkan harapan baru. Publik berharap kepemimpinan H. Husni Mubarok mampu melakukan pembenahan terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah sekaligus memperkuat tata kelola anggaran yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Selain pembenahan fisik sekolah, berbagai kalangan juga mendorong agar instansi yang berwenang melakukan evaluasi terhadap pengelolaan Dana BOS pada periode sebelumnya, khususnya pada komponen pemeliharaan sarana dan prasarana. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memastikan penggunaan anggaran telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberikan kepastian kepada masyarakat atas pemanfaatan dana pendidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, mantan Kepala SMAN 1 Batujajar, Syaepuddin, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait kondisi sarana dan prasarana sekolah serta realisasi penggunaan Dana BOS selama masa kepemimpinannya. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sebagai bentuk penerapan prinsip pemberitaan yang berimbang sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Saroha)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *