
Way kanan Metro Indonesia News – Ditengah harga BBM yang terus melambung, warga di perbatasan Way Kanan dan Lampung Utara justru dipaksa mengeluarkan biaya lebih besar. Penyebabnya, ruas jalan provinsi *Sopoyono, Kecamatan Negeri Agung menuju Simpang Mayat arah Kotabumi* sudah puluhan tahun rusak parah dan kini hanya tersisa tanah merah.
Kondisi semakin diperparah karena tidak ada lagi batu maupun aspal. Saat hujan jalan berubah lumpur, saat kemarau berdebu. Warga Menjerit, Terpaksa Gotong RoyongKarena tak kunjung ada perbaikan, kepala kampung bersama warga terpaksa swadaya. Mereka patungan menyewa doser untuk menimbun dan membuat “siringan” agar air tidak menggenang.
“Ini semua usaha warga sendiri. Kalau kami diam, jalan ini benar-benar mati,” ujar Rm, warga Kampung Baru, Kecamatan Pakuan Ratu, selasa (2O/7/2026).Penderitaan warga kian terasa karena mereka harus memutar jauh jika ingin lewat Bakti Negara – Pringgo Dani “Sewakarsa” untuk bisa ke Bandar Lampung atau Kotabumi.”Kondisi semacam ini membuat masyarakat semakin menjerit.
Apalagi saat ini harga BBM sangat mahal.harga BBM pertalite dieceran mencapai 20 Ribu perliternya Masyarakat terasa sekali kalau harus mutar. Selisih jalannya 5 kiloan sendiri,” keluh warga.Artinya, untuk sekali jalan warga harus keluar uang ekstra untuk BBM. Belum lagi waktu tempuh yang jadi lebih lama. Dampaknya langsung ke petani yang ongkos angkut hasil kebunnya naik, anak sekolah yang sering terlambat, dan warga sakit yang susah ke puskesmas.
Warga mempertanyakan ke mana peran negara. “Pemerintah Pusat katanya bangun infrastruktur. Provinsi punya Dinas PUPR. Kabupaten juga ada. Tapi kenapa jalan kami dibiarkan puluhan tahun seperti kubangan? Masa kami harus swadaya terus?” kritik Rm.harapan kepada pemerintah daerah ataupun dinas PUPR propinsi ataupun Pemerintah Pusat mohon meng Alokasikan anggaran Inpres Jalan Daerah atau DAK khusus untuk jalan provinsi yang rusak berat seperti ini.
Jangan sampai pemerataan hanya jadi slogan ujar warga lain yang enggan disebutkan namanya”dimohon pemerintah propinsi Turun langsung ke lokasi. Masukkan ruas ini sebagai prioritas di APBD. Jangan tunggu sampai ada korban aspirasi warga ke provinsi. Kawal terus sampai ada realisasi”Kami sudah capek. Gotong royong sudah, mutar jauh sudah, BBM mahal juga sudah. Sekarang kami hanya minta satu: pemerintah hadir dan perbaiki jalan kami,” tutup nya.Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Dinas PUPR Provinsi Lampung. Warga berharap sebelum musim hujan puncak tiba, ada kepastian perbaikan.S ,Ependi.&.Mulyadi.

Komentar