oleh

Oknum Mengaku Wartawan RNTV Resahkan Kepala Kampung di Baradatu.

-Uncategorized-26 Dilihat

WAY KANAN, METRO INDONESIA NEWS– Sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan RNTV Bandar Lampung diduga meresahkan aparatur kampung di Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.Peristiwa itu terjadi selama dua hari berturut-turut, Rabu 8 Juli dan Kamis 9 Juli 2020.Kepala Kampung Bumi Rejo, Suardi, menceritakan kronologinya. Pada Rabu 8 Juli 2020, dirinya sedang tidak berada di rumah karena bertandang ke rumah saudara di Palembang.

“Istri saya cerita, kemarin ada orang yang mengaku wartawan RNTV datang ke rumah. Masuknya tidak sopan, sepatu tidak dilepas. Bicaranya juga nadanya tinggi,”ujar Suardi saat ditemui di kediamannya, Kamis 9/7/2020.Keesokan harinya, Kamis 9 Juli 2020 sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan yang sama kembali mendatangi rumahnya. Saat itu Suardi sudah berada di rumah.”Mereka datang pakai mobil Rush dan Avanza. Jumlahnya 10 orang, 7 laki-laki dan 3 perempuan.

Mereka juga membawa handycam besar. Kesannya seperti mau menakut-nakuti,” kata Suardi.Setelah bertemu, rombongan tersebut menawarkan kerjasama publikasi. Namun tawaran itu ditolak oleh Suardi.Maaf ya pak, untuk saat ini saya belum siap untuk publikasi karena dananya tidak ada,” tegas Suardi.Suardi mengaku sangat menyayangkan cara kedatangan rombongan tersebut. “Masuk rumah tidak beretika. Rasanya seperti didatangi petugas Buser yang mau menangkap penjahat,” ujarnya.Oknum Mengaku Wartawan RNTV Resahkan Kepala Kampung di Baradatu WAY KANAN, METRO INDONESIA NEWS– Sejumlah orang yang mengaku sebagai wartawan RNTV Bandar Lampung diduga meresahkan aparatur kampung di Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan.

Peristiwa itu terjadi selama dua hari berturut-turut, Rabu 8 Juli dan Kamis 9 Juli 2020.Kepala Kampung Bumi Rejo, Suardi, menceritakan kronologinya. Pada Rabu 8 Juli 2020, dirinya sedang tidak berada di rumah karena bertandang ke rumah saudara di Palembang.”Istri saya cerita, kemarin ada orang yang mengaku wartawan RNTV datang ke rumah. Masuknya tidak sopan, sepatu tidak dilepas.

Bicaranya juga nadanya tinggi,”ujar Suardi saat ditemui di kediamannya, Kamis 9/7/2020.Keesokan harinya, Kamis 9 Juli 2020 sekitar pukul 13.00 WIB, rombongan yang sama kembali mendatangi rumahnya. Saat itu Suardi sudah berada di rumah.”Mereka datang pakai mobil Rush dan Avanza. Jumlahnya 10 orang, 7 laki-laki dan 3 perempuan. Mereka juga membawa handycam besar. Kesannya seperti mau menakut-nakuti,” kata Suardi.Setelah bertemu, rombongan tersebut menawarkan kerjasama publikasi.

Namun tawaran itu ditolak oleh Suardi.Maaf ya pak, untuk saat ini saya belum siap untuk publikasi karena dananya tidak ada,” tegas Suardi.Suardi mengaku sangat menyayangkan cara kedatangan rombongan tersebut. “Masuk rumah tidak beretika. Rasanya seperti didatangi petugas Buser yang mau menangkap penjahat,” ujarnya.( S,Ependi&Mulyadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *