oleh

Sekolah di Lampung Dialihkan ke Daring 7-8 September Akibat Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau.

-Uncategorized-117 Dilihat

BANDAR LAMPUNG*Metro Indonesia News Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) ke sistem daring akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor 150 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan KBM Akibat Dampak Abu Vulkanik yang ditetapkan di Bandar Lampung pada 6 September 2026.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal itu, KBM secara daring berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB se-Provinsi Lampung.“Pelaksanaan KBM secara daring ini berlaku mulai Senin tanggal 7 sampai dengan Selasa tanggal 8 September 2026 dengan terus memantau perkembangan situasi dari otoritas yang berwenang,” bunyi poin kedua surat edaran tersebut.

Selain pengalihan KBM, Gubernur juga mengimbau siswa, guru, dan orang tua untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa keluar, wajib menggunakan masker dan pelindung mata serta kulit guna menghindari ISPA, iritasi mata dan kulit akibat abu vulkanik.Kepala satuan pendidikan dan guru diminta tetap melaksanakan tugas dari sekolah serta memastikan pembelajaran daring berjalan efektif.

Sementara orang tua/wali diminta mendampingi anak selama pembelajaran dari rumah.Dinas Pendidikan dan BPBD di masing-masing wilayah juga ditugaskan memantau kondisi dan keamanan lingkungan satuan pendidikan.Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut apakah KBM daring akan diperpanjang, tergantung perkembangan situasi dari instansi terkait.( Sangun Ependi- kabiro.}

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *