oleh

Maut Mengintai di Kegelapan TNBBS, Buruh Tani Way Kanan Tewas Diseruduk Kawanan Gajah.

-Uncategorized-180 Dilihat

Lampung Barat, Metro Indonesia News – Konflik manusia dengan satwa liar kembali menelan korban. Seorang buruh tani asal Way Kanan, Jumadi 54 tahun, tewas usai diserang gerombolan gajah liar di kawasan perkebunan warga.

Insiden nahas itu terjadi di sebuah gubuk milik warga Pekon Sumber Agung, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, tepatnya di area yang masuk zona Taman Nasional Bukit Barisan Selatan TNBBS.Peristiwa terjadi Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat kejadian, korban bersama anaknya Sigit Purnomo 17 tahun dan kerabatnya Widodo tengah beristirahat di rumah singgah yang berjarak sekitar 600 meter dari batas kawasan TNBBS dengan lahan masyarakat.

Karena baru beberapa hari berada di lokasi dan minim pengalaman bertemu gajah, Jumadi tidak menyadari ada kawanan gajah yang mendekat dalam gelap malam.Saksi mata Sigit menceritakan, ia melihat hewan besar itu sudah sangat dekat dengan ayahnya. Karena panik, ketiganya langsung berhamburan menyelamatkan diri ke dalam hutan. Di tengah pelarian, Sigit mengaku mendengar jeritan ayahnya seperti orang kehabisan napas, sebelum suasana mendadak hening.Laporan warga baru sampai ke Pemangku Sinar Sari sekitar pukul 23.00 WIB.

Tim gabungan bersama Relawan Satgas Konflik Gajah langsung turun ke lokasi. Kondisi gubuk milik Widodo sudah rata hancur diseruduk gajah. Widodo dan Sigit berhasil ditemukan selamat, namun dalam keadaan trauma.Proses pencarian Jumadi dihentikan sementara pukul 02.00 WIB karena medan berbahaya dan faktor keamanan. Jenazah korban akhirnya ditemukan Kamis pagi, 25 Juni 2026 pukul 09.00 WIB di lereng jurang, sekitar 50 meter dari gubuk.

Dugaan sementara, korban tersambar gajah saat kabur hingga terlempar ke jurang.Kepala Resort TNBBS Suoh, Sulki, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari petugas di lapangan. Korban atas nama Jumadi mengalami luka berat dan meninggal dunia,” ujarnya.Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Sri Mulyo dibantu Polsek Bandar Negeri Suoh dan Babinsa, korban memiliki luka memar di pinggang belakang, serta luka lecet di bibir bawah dan lutut kanan.

Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak autopsi. Jenazah Jumadi kemudian dibawa ke rumah kerabatnya di Pemangku Sinar Sari, Pekon Sumber Agung, untuk disemayamkan.Pihak TNBBS kembali mengingatkan warga, khususnya pekebun, agar lebih waspada. “Hindari beraktivitas malam di jalur yang sering dilintasi gajah. Segera laporkan jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan kawanan,” tegas Sulki.*Pewarta: S. Ependi & Mulyadi.*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *